Lintasjabar.id, BERITA TAIKMALAYA. Pagi di Jalan Sukasenang, Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (29/8/2026), diisi suara-suara yang sedang belajar menemukan keselarasan.
Di kediaman Ketua Srikandi Jawa Barat, Hj. Nani Nuryani Yogautama, sejumlah anggota Srikandi berkumpul untuk mengikuti latihan paduan suara. Mereka tengah mempersiapkan penampilan menyambut Milad PIJ ke-5 yang akan digelar di Kabupaten Kuningan pada 25 Oktober 2026.
Tidak ada panggung besar. Tidak ada sorotan lampu. Hanya suara yang dilatih berulang kali, nada yang disesuaikan, dan semangat untuk tampil bersama.
Sebab dalam paduan suara, tidak ada suara yang berjalan sendiri. Setiap orang harus belajar mendengar, menyesuaikan dan menjaga irama agar menghasilkan satu harmoni.
Semangat itulah yang juga menjadi bagian dari perjalanan Srikandi Prabhu Indonesia Jaya (PIJ). Srikandi merupakan sayap atau bagian perempuan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Prabhu Indonesia Jaya, sebuah organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.
Karena itu, latihan menuju Milad PIJ ke-5 tidak hanya berbicara tentang seni. Ada cerita tentang kebersamaan dan kiprah sosial yang telah menjadi bagian dari perjalanan Srikandi PIJ.
Dari Latihan Paduan Suara hingga Kegiatan Sosial
Kegiatan latihan tersebut dihadiri Ketua DPW Prabhu Indonesia Jaya Jabar Ujang Suparman, Ketua Harian DPW Drs. Mamat Surhmat, S.Pd., M.M., Ketua Internal Hj. Riska, serta Ketua Seni dan Budaya Eha, S.Pd.
Ketua Srikandi Jawa Barat, Hj. Nani Nuryani Yogautama, mengatakan persiapan paduan suara menjadi bagian dari upaya memberikan penampilan terbaik pada Milad PIJ ke-5.
“Kami mempersiapkan latihan ini dengan penuh semangat untuk menyambut Milad Prabhu Indonesia Jaya ke-5 di Kuningan. Bagi kami, latihan bukan hanya soal mempersiapkan penampilan, tetapi juga bagaimana anggota Srikandi bisa semakin kompak dan saling mendukung,” ujar Nani.
Menurutnya, kegiatan bersama menjadi kesempatan bagi para anggota untuk mempererat hubungan.
“Dengan sering bertemu, berkomunikasi dan melakukan kegiatan bersama, rasa kekeluargaan akan semakin kuat. Mudah-mudahan persiapan ini berjalan lancar dan nantinya kami bisa memberikan penampilan terbaik,” katanya.
Perjalanan Srikandi PIJ sendiri tidak hanya terlihat dalam kegiatan organisasi dan seni. Sebelumnya, Srikandi DPW Jawa Barat LSM Prabhu Indonesia Jaya juga pernah menggelar kegiatan sosial dengan berbagi takjil gratis kepada para pengguna jalan di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Minggu (1/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa keberadaan Srikandi PIJ tidak hanya diarahkan untuk membangun kebersamaan internal, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat melalui kegiatan sosial.
Berbagi takjil mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah jalan yang ramai dan warga yang tengah menjalankan ibadah puasa, sebuah makanan untuk berbuka dapat menjadi bentuk kecil dari kepedulian.
Dari panggung seni hingga jalanan kota, Srikandi PIJ mencoba hadir dalam ruang yang berbeda.
Sementara itu, Ketua DPW Prabhu Indonesia Jaya (PIJ) Jabar, Ujang Suparman, mengapresiasi semangat Srikandi Jawa Barat dalam mempersiapkan diri menyambut milad.
“Kami sangat mengapresiasi semangat teman-teman Srikandi Jawa Barat yang sudah mempersiapkan diri untuk Milad PIJ ke-5. Latihan seperti ini bukan hanya untuk menghasilkan penampilan yang baik, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kekompakan dan kebersamaan,” ujar Ujang.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga dan tidak berhenti ketika perayaan milad selesai.
“Milad bukan hanya tentang perayaan bertambahnya usia organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan menyatukan langkah ke depan,” katanya.
Setelah Suara Disatukan, Hati Kembali Didekatkan
Latihan paduan suara di kediaman Hj. Nani belum menjadi akhir pertemuan.
Setelah latihan, para anggota melanjutkan kegiatan dengan pengajian rutin bulanan.
Suasana pun berubah. Nada dan irama yang sebelumnya memenuhi ruangan berganti dengan suasana yang lebih khidmat.
Bagi Nani, pengajian menjadi bagian penting dalam menjaga silaturahmi dan kekeluargaan di antara anggota Srikandi.
“Selain latihan, kami juga melaksanakan pengajian rutin setiap bulan. Ini penting untuk menjaga silaturahmi dan kebersamaan. Jadi, kegiatan kami tidak hanya berkaitan dengan organisasi dan seni, tetapi juga bagaimana hubungan kekeluargaan tetap terjaga,” tutur Nani.
Ujang Suparman juga menilai perpaduan kegiatan tersebut sebagai sesuatu yang positif.
“Kegiatan latihan yang dilanjutkan dengan pengajian ini sangat positif. Ada sisi seni, ada sisi kebersamaan, dan ada pula kegiatan keagamaan. Semuanya bisa menjadi kekuatan untuk membangun keluarga besar PIJ yang semakin solid,” ujarnya.
Jika melihat perjalanan Srikandi PIJ di Jawa Barat, latihan paduan suara hanyalah satu bagian dari cerita yang lebih panjang.
Ada kegiatan sosial berbagi takjil. Ada pertemuan rutin. Ada pengajian. Ada pula persiapan seni untuk menyambut sebuah perayaan organisasi.
Semuanya memiliki satu benang merah: kebersamaan.
Dan mungkin, itulah makna paling sederhana dari sebuah organisasi.
Bukan hanya tentang siapa yang berdiri paling depan, tetapi tentang bagaimana setiap orang bersedia mengambil bagian.
Di rumah Hj. Nani, suara-suara itu kembali berlatih. Satu suara bertemu suara lainnya. Sesekali ada nada yang belum tepat, tetapi selalu ada kesempatan untuk mengulang.
Karena harmoni memang tidak lahir dalam sekali latihan.
Begitu pula kebersamaan.
Ia tumbuh dari pertemuan demi pertemuan, dari kegiatan sosial, dari kepedulian kecil kepada sesama, hingga dari langkah bersama menuju sebuah panggung.
Dari Tasikmalaya menuju Kuningan, Srikandi Jawa Barat membawa lebih dari sekadar lagu. Mereka membawa cerita tentang perempuan, kebersamaan, kepedulian sosial dan semangat untuk terus berjalan bersama dalam keluarga besar Prabhu Indonesia Jaya.(DH)

