lintasjabar.id BERITA TASIKMALAYA – LASQI Kota Tasikmalaya tak ingin hanya menjadi organisasi pelestari seni qasidah. Kepengurusan baru periode 2025-2030 membawa visi besar untuk melahirkan lagu-lagu religi yang mampu diterima generasi muda dan relevan dengan perkembangan zaman.
Komitmen tersebut disampaikan usai pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kota Tasikmalaya di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Kamis (16/7/2026).
Ketua DPD LASQI Kota Tasikmalaya, Andi Sulanjani, ST., MM., menegaskan bahwa tantangan terbesar organisasi saat ini adalah menjadikan seni qasidah lebih dekat dengan generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai syiar Islam.
“Saya sadar di era sekarang bukan hal mudah mengenalkan musik qasidah, terutama kepada generasi muda. Tapi justru di sinilah tantangan kita. LASQI harus hadir dengan karya yang menarik, kekinian, tapi tetap bernafaskan Islam,” ujarnya.
LASQI Kota Tasikmalaya Siapkan Regenerasi Seniman Qasidah
Untuk mewujudkan visi tersebut, kepengurusan telah menyiapkan sejumlah program strategis selama lima tahun ke depan.
Program tersebut meliputi pembinaan grup qasidah di 10 kecamatan, pelatihan vokal secara intensif, hingga penciptaan karya-karya lagu religi baru yang diharapkan mampu dikenal luas oleh masyarakat.
Tidak hanya fokus pada pelestarian seni qasidah, LASQI juga menargetkan lahirnya regenerasi seniman muda yang mampu mengemas musik religi menjadi lebih kreatif dan menarik di era digital.
Dengan pendekatan yang lebih modern, LASQI berharap qasidah tidak lagi dipandang sebagai seni yang hanya dinikmati kalangan tertentu, tetapi mampu menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda muslim Indonesia.
LASQI Jawa Barat Dorong Pengurus Lebih Mandiri
Sekretaris DPW LASQI Jawa Barat, H. Imam Nasrulloh, mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh dukungan pemerintah, tetapi juga kreativitas para pengurus dalam mengembangkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, LASQI harus mampu tumbuh menjadi organisasi yang mandiri dan terus bersinergi dengan berbagai pihak.
“LASQI adalah organisasi milik masyarakat. Jangan selalu menyalahkan pemerintah. Kita harus kreatif, mandiri, dan bersinergi dengan semua pihak,” katanya.
Ia juga mendorong pengurus untuk segera melakukan pencatatan organisasi di Kesbangpol sebagai langkah awal memperkuat legalitas dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
LASQI Kota Tasikmalaya Perkuat Syiar Islam Melalui Seni
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, menilai keberadaan LASQI sangat sejalan dengan identitas Kota Tasikmalaya sebagai Kota Santri.
Menurutnya, qasidah bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga menjadi media yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat.
“Selain sebagai seni, qasidah juga menjadi sarana menyebarkan syiar Islam. Ini penting untuk menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujar Diky.
Ia berharap LASQI mampu menghadirkan karya-karya religi yang tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional.
Dengan semangat baru dan kepengurusan yang baru dilantik kini mengusung cita-cita besar, yakni menjadikan qasidah sebagai seni religi yang modern, inspiratif, dan dicintai oleh generasi muda.(doel)


