Lewati ke konten
Dunia

Argentina vs Swiss: Setelah Drama Mesir, Messi Diuji Sejarah Swiss

Redaktur Lintas JabarJuli 8, 20263 menit baca116 dilihat
Argentina vs Swiss
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA PIALA DUNIA 2026. Argentina vs Swiss di perempat final Piala Dunia 2026 bukan sekadar laga menuju semifinal. Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang baru saja keluar dari drama besar.

Argentina datang dengan napas yang sempat tersengal. Swiss datang dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi-tingginya.

Di atas kertas, Argentina tetap menjadi nama yang lebih besar. Status juara bertahan, kehadiran Lionel Messi, dan pengalaman para pemainnya membuat Argentina layak difavoritkan.

Namun sepak bola tidak selalu tunduk pada nama besar. Apalagi Swiss baru saja membuktikan bahwa mereka punya mental cukup kuat untuk melewati pertandingan panjang, melelahkan, dan penuh tekanan.

Swiss lolos ke perempat final setelah mengalahkan Kolombia lewat adu penalti. Pertandingan berakhir 0-0, lalu Swiss menang 4-3 dalam drama tos-tosan.

Kemenangan itu terasa sangat penting karena membawa Swiss kembali ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954. Ini bukan pencapaian kecil. Swiss menunggu lebih dari tujuh dekade untuk kembali berada di titik ini.

Karena itu, laga melawan Argentina bisa dibaca dari dua sisi. Bagi Argentina, ini jalan untuk menjaga mimpi mempertahankan gelar. Bagi Swiss, ini panggung untuk membuktikan bahwa sejarah panjang bisa diubah dalam satu malam besar.

Argentina sendiri tidak boleh terlalu percaya diri. Pada babak 16 besar, mereka hampir saja dipulangkan Mesir.

Tim Tango tertinggal 0-2 dan Messi sempat gagal mengeksekusi penalti. Dalam situasi itu, Argentina terlihat berada dalam tekanan besar. Publik sempat melihat kemungkinan yang tidak ingin dibayangkan pendukung mereka: Messi pulang lebih cepat.

Tetapi Argentina menunjukkan kelasnya pada menit-menit akhir. Cristian Romero mencetak gol pada menit ke-79. Messi lalu menyamakan kedudukan pada menit ke-83. Enzo Fernandez menjadi penentu lewat gol pada masa tambahan waktu.

Argentina menang 3-2. Dramatis, indah, tetapi juga sedikit menakutkan bagi pendukungnya sendiri. Menang seperti itu memang membuat euforia besar. Namun di sisi lain, kemenangan tersebut juga memperlihatkan bahwa Argentina bisa terluka.

Inilah yang membuat duel Argentina vs Swiss terasa berbahaya. Swiss bukan tim yang akan datang hanya untuk bertahan dan menunggu nasib. Mereka punya disiplin, kesabaran, dan mental untuk membawa pertandingan ke wilayah yang tidak nyaman bagi lawan.

Kalau Swiss mampu menahan Argentina cukup lama, tekanan bisa berbalik. Argentina akan dituntut mencetak gol. Messi akan menjadi pusat perhatian. Setiap peluang yang gagal bisa membuat tensi pertandingan naik.

Bagi Swiss, semakin lama pertandingan berjalan tanpa gol, semakin besar pula peluang mereka menyeret Argentina ke situasi sulit.

Itu sebabnya laga ini punya daya tarik besar. Argentina punya nama besar. Swiss punya cerita besar. Messi membawa ambisi pribadi dan negara. Swiss membawa mimpi yang sudah menunggu sejak 1954.

Jika Argentina menang, mereka semakin dekat dengan misi mempertahankan gelar. Namun jika Swiss membuat kejutan, Piala Dunia 2026 akan mendapat salah satu cerita paling keras: juara bertahan tumbang oleh tim yang baru saja membuka pintu sejarahnya lagi. (AA)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaGempa di Selat Sunda Jadi Alarm Kesiapsiagaan Jawa Barat Berita SelanjutnyaBalita Ciamis Tersangkut Kaleng Biskuit, Orang Tua Diingatkan Waspada
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *