Lewati ke konten
Daerah

HANI 2026 di Tasikmalaya, GANNA Ajak Keluarga Jadi Benteng Pertama Lawan Narkoba

Kang DoelJuli 5, 20263 menit baca102 dilihat
HANI 2026 di Tasikmalaya
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Lautan manusia memadati Alun-alun Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (5/7/2026). Dari anak-anak hingga orang tua, seluruh lapisan masyarakat larut dalam semangat yang sama pada peringatan HANI Tasikmalaya 2026. Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan atau seremoni tahunan.

Ada satu pesan besar yang terus digaungkan: perang melawan narkoba harus dimulai dari keluarga.

Mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”, DPC GANNA Kota Tasikmalaya menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini.

Momentum Hari Anti Narkotika Internasional kali ini menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga masa depan bangsa.

HANI Tasikmalaya 2026 Tekankan Peran Keluarga

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., menegaskan bahwa narkoba bukan semata persoalan hukum, melainkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, perang melawan narkoba harus dimulai dari unit terkecil dalam kehidupan masyarakat, yakni keluarga.

“Narkoba bukan hanya persoalan hukum. Ini ancaman nyata bagi kualitas SDM dan masa depan bangsa,” ujarnya di hadapan ribuan peserta.

Ade menilai komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan keluarga terhadap pengaruh narkotika.

Ia menekankan pentingnya penanaman nilai moral, pendidikan karakter, dan pengawasan sejak dini agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

“Komunikasi yang baik dan penanaman nilai moral sejak dini adalah langkah strategis membangun ketahanan keluarga,” tegasnya.

Bandar Harus Dihukum, Korban Harus Dirangkul

Dalam kesempatan tersebut, Ade juga menyoroti pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam penanganan penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, negara harus bersikap tegas terhadap bandar dan pengedar narkotika dengan memberikan hukuman yang berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Namun, pendekatan berbeda harus diberikan kepada para korban penyalahgunaan narkoba.

Mereka, kata Ade, membutuhkan rehabilitasi, pendampingan, dan kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan yang produktif di tengah masyarakat.

“Bandar dan pengedar harus dihukum seberat-beratnya. Tetapi korban penyalahgunaan harus dirangkul dan diberikan kesempatan untuk pulih,” katanya.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar upaya pemberantasan narkoba tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pemulihan sosial.

GANNA Jadi Mitra Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan apresiasi kepada DPC GANNA yang selama ini konsisten menjadi mitra dalam kampanye hidup sehat dan edukasi bahaya narkoba.

Melalui Gerakan Ananda Bersinar, GANNA berupaya membangun generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan cerdas dalam menghadapi tantangan zaman.

Gerakan tersebut dinilai sejalan dengan cita-cita besar mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan sumber daya manusia unggul dan bebas dari narkotika.

Ade mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

“Mari kita ciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan sehat demi satu tujuan besar, yaitu Indonesia Emas 2045,” paparnya.

Peringatan HANI Tasikmalaya 2026 pun menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia berubah menjadi panggilan bersama bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, dimulai dari rumah, keluarga, dan lingkungan sekitar.(doel)

ADS BANNER
728 x 90

Kang Doel

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di lintasjabar.id

Berita SebelumnyaFunrun Muhammadiyah Ciamis 2026, Kolaborasi Sehatkan Warga dan Jaga Stabilitas Pangan Berita SelanjutnyaResah! Sawah Jadi Tempat Buang Botol Miras, Petani Tasikmalaya Bereaksi
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *