KDM Turun Tangan, SPMB Jabar 2026 Diperpanjang
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- visibility 219
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA DAERAH. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM turun tangan menghadapi dinamika Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Jabar 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperpanjang masa pengisian data Pemetaan Calon Murid Baru atau PCMB hingga Kamis, 11 Juni 2026 pukul 23.59 WIB.
Kebijakan itu diambil di tengah munculnya keluhan orang tua siswa terkait proses penerimaan murid baru SMA dan SMK negeri di Jawa Barat. Di satu sisi, Pemprov Jabar menyebut perpanjangan PCMB 2026 sebagai upaya memberi kesempatan lebih luas kepada calon murid. Namun di sisi lain, sebagian orang tua mengaku cemas karena posisi anak mereka di sekolah tujuan dinilai bisa berubah setelah masuknya pendaftar baru.
KDM Minta Orang Tua Tak Panik Hadapi SPMB Jabar 2026
KDM meminta orang tua calon murid tidak panik menghadapi SPMB Jabar 2026. Menurutnya, PCMB merupakan tahap pemetaan awal sebelum proses pendaftaran resmi berjalan.
Tahap ini dinilai penting untuk membaca persoalan sejak awal. Mulai dari data siswa, pilihan sekolah, jalur yang ditempuh, hingga kendala teknis yang muncul dalam aplikasi.
KDM menyebut, jika persoalan baru diketahui setelah pendaftaran resmi ditutup, orang tua justru akan menghadapi waktu yang lebih sempit. Karena itu, pemetaan dianggap menjadi cara pemerintah untuk memitigasi persoalan sebelum SPMB masuk ke tahap berikutnya.
Ia juga menjelaskan, calon murid yang sudah memenuhi syarat dan sesuai ketentuan akan lebih mudah diproses pada tahapan selanjutnya. Dengan begitu, saat SPMB Jabar 2026 dimulai, siswa yang telah terpetakan dengan baik tidak perlu lagi menghadapi proses yang berulang dari awal.
Namun KDM tidak menutup mata terhadap sejumlah kendala teknis. Ia mengakui masih ada persoalan pada aplikasi yang digunakan dalam proses pemetaan. Karena itu, pihak pengembang aplikasi akan dievaluasi agar sistem berjalan lebih baik.
Selain soal teknis, KDM juga menyinggung keluhan terkait perubahan skor. Menurutnya, perubahan tersebut berkaitan dengan ketentuan yang harus mengikuti regulasi nasional dan daerah. Tidak semua prestasi otomatis masuk dalam kategori penilaian resmi apabila belum tercantum dalam aturan yang berlaku.
KDM juga menegaskan bahwa proses penerimaan murid baru harus berjalan transparan. Jika ada dugaan jual beli kursi atau kecurangan, masyarakat diminta melaporkan secara jelas agar bisa diproses sesuai hukum.
PCMB 2026 Diperpanjang, Orang Tua Siswa Minta Kepastian
Pemprov Jabar sebelumnya menyampaikan bahwa PCMB merupakan bagian awal dari rangkaian SPMB Jabar 2026. Dalam jadwal resmi yang telah disampaikan, setelah PCMB, masih ada SPMB tahap 1 dan SPMB tahap 2.
Pendaftaran SPMB tahap 1 dijadwalkan berlangsung pada 15 sampai 19 Juni 2026. Pengumuman tahap 1 direncanakan pada 25 Juni 2026. Jika masih ada siswa yang belum mendapatkan sekolah, pemerintah membuka SPMB tahap 2 pada 30 Juni sampai 6 Juli 2026, dengan pengumuman pada 10 Juli 2026.
Pemprov Jabar juga menyebut siswa yang belum diterima di sekolah tujuan tidak perlu khawatir. Mereka masih bisa memilih sekolah yang kuotanya belum terpenuhi pada tahapan berikutnya.
Meski begitu, perpanjangan PCMB 2026 tetap memicu reaksi dari sebagian orang tua siswa. Mereka khawatir perubahan jadwal membuat persaingan semakin ketat. Sebagian orang tua merasa anak mereka sudah mengikuti proses sejak awal, menghadapi kendala server, antrean, hingga persoalan koordinat domisili.
Keluhan juga muncul terkait kemungkinan berubahnya peringkat calon murid. Ada orang tua yang mengaku posisi anaknya semula masih berada dalam kuota, tetapi kemudian turun setelah masa PCMB diperpanjang dan jumlah pendaftar bertambah.
Isu lain yang ikut disorot adalah jalur Sekolah Maung. Sebagian warga mempertanyakan mekanisme peserta dari jalur tersebut ketika masuk atau berpindah ke jalur reguler. Mereka menilai aturan harus dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesan ada peserta yang lebih diuntungkan dibanding peserta lain.
Di tengah polemik itu, pesan utama orang tua sebenarnya sederhana: mereka meminta kepastian dan keadilan. Pemerintah memang perlu memastikan semua lulusan SMP, MTs, dan Paket B mendapat akses pendidikan. Namun pada saat yang sama, siswa yang sudah mengikuti tahapan sejak awal juga perlu mendapat jaminan bahwa perubahan jadwal tidak merugikan mereka.
SPMB Jabar 2026 akhirnya bukan hanya urusan teknis pendaftaran sekolah. Isu ini menjadi ujian bagi Pemprov Jabar dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan murid baru.
Sebab bagi orang tua, pendaftaran sekolah bukan sekadar mengisi data di aplikasi. Di balik tombol daftar, ada harapan anak bisa masuk sekolah negeri, ada kecemasan soal masa depan, dan ada jantung yang ikut loading setiap kali server ikut berpikir terlalu lama.
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar