Iduladha 1447 H di Tasikmalaya Berlangsung Khidmat, Ini Pesan Pentingnya
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kota Tasikmalaya berlangsung dalam suasana hangat, religius, dan penuh kebersamaan. Ribuan warga memadati kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Rabu pagi (27/5/2026), untuk menunaikan Salat Iduladha berjamaah bersama Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya.
Sejak sebelum matahari terbit, jamaah mulai berdatangan dari berbagai penjuru kota. Tak sedikit yang datang bersama keluarga, membawa sajadah dan perlengkapan ibadah sendiri demi ikut merasakan suasana Hari Raya di salah satu pusat kegiatan keagamaan terbesar di Kota Tasikmalaya.
Halaman masjid, area pelataran, hingga ruas sekitar lokasi dipenuhi jamaah yang larut dalam kekhusyukan ibadah.
Momentum ini bukan hanya menjadi agenda keagamaan rutin, tetapi juga menggambarkan kuatnya ikatan sosial masyarakat Tasikmalaya dalam merayakan hari besar Islam.
Kehadiran Plh Wali Kota di tengah masyarakat memberi nuansa tersendiri.
Di tengah berbagai agenda pemerintahan, kehadiran pimpinan daerah dalam momen keagamaan seperti ini dipandang sebagai simbol kedekatan pemerintah dengan warga.
Khutbah Iduladha Angkat Nilai Pengorbanan dan Kepedulian Sosial
Pelaksanaan Salat Iduladha dipimpin dalam suasana tertib dengan pengamanan dari petugas gabungan, panitia, dan relawan.
Bertindak sebagai khatib, KH M Aminudin Busthomi menyampaikan pesan yang menitikberatkan pada makna pengorbanan, keikhlasan, dan solidaritas sosial.
Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual tahunan penyembelihan hewan kurban, tetapi momentum refleksi spiritual bagi umat Islam.
Keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, menurutnya, mengajarkan arti keikhlasan dalam menjalankan perintah Tuhan serta kepedulian terhadap sesama.
Di tengah dinamika kehidupan modern, nilai-nilai itu dinilai tetap relevan, terutama ketika masyarakat menghadapi tantangan ekonomi dan sosial.
Iduladha menjadi pengingat bahwa keberagamaan tidak hanya berhenti pada ibadah personal, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata membantu sesama.
Pemerintah Kota Tasikmalaya Soroti Distribusi Kurban yang Tepat Sasaran
Usai pelaksanaan ibadah, Plh Wali Kota Tasikmalaya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Iduladha kepada seluruh masyarakat.
Namun lebih dari sekadar seremonial, ia menekankan pentingnya semangat berbagi dalam momentum kurban.
Menurutnya, distribusi daging kurban harus benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, mendorong agar manfaat kurban dapat dirasakan secara merata, khususnya oleh warga prasejahtera, anak yatim, serta kelompok rentan lainnya.
Pesan ini menjadi penting mengingat semangat Iduladha sangat erat dengan prinsip keadilan sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Tahun ini, partisipasi hewan kurban di lingkungan Masjid Agung Tasikmalaya juga disebut meningkat, baik dari unsur pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta.
Panitia telah menyiapkan sistem distribusi agar penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.
Iduladha Perkuat Ikatan Sosial Warga Tasikmalaya
Selepas ibadah, suasana berubah hangat.
Warga saling berjabat tangan, berpelukan, dan saling bermaafan.
Anak-anak tampak menikmati suasana Hari Raya, sementara para orang tua bercengkerama di area masjid.
Salah seorang jamaah, Ujang Supriatna, mengaku suasana Iduladha tahun ini terasa lebih berkesan.
Menurutnya, kebersamaan antara warga dan pemerintah di ruang ibadah menghadirkan nuansa yang berbeda.
Bagi banyak warga, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa Iduladha bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga tentang memperkuat hubungan sosial dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar