lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Pelaksanaan Pawai Baris Berbaris Anak Bangsa (PBBAB) di GOR Susi Susanti Tasikmalaya diwarnai insiden kesehatan. Tiga peserta tingkat SMP dilaporkan pingsan usai mengikuti lomba, Sabtu (16/5/2026).
Ajang yang sejak pagi berlangsung meriah dengan partisipasi puluhan regu itu mendadak menjadi sorotan setelah beberapa peserta mengalami kelelahan fisik diduga akibat kondisi ruangan yang panas dan minim sirkulasi udara.
Berdasarkan informasi di lokasi, kompetisi diikuti 29 regu dari berbagai jenjang pendidikan yang menampilkan kekompakan, disiplin, dan ketahanan fisik di hadapan dewan juri.
Namun setelah sesi perlombaan mendekati akhir, kondisi di dalam gedung disebut semakin pengap.

Orang Tua Keluhkan Kondisi Ruangan
Salah seorang orang tua peserta mengaku kondisi di dalam arena terasa panas dan kurang nyaman bagi peserta yang baru saja menyelesaikan penampilan fisik intensif.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan atau kipas angin membuat suasana menjadi tidak ideal.
Ia menyebut beberapa peserta tampak mengalami kelelahan berat, ditandai dengan wajah pucat, keringat berlebih, hingga akhirnya kehilangan kesadaran.
Keluhan tersebut memunculkan perhatian terhadap kesiapan teknis penyelenggaraan, khususnya dari aspek kesehatan dan keselamatan peserta.
Evakuasi Dilakukan di Lokasi
Saat insiden terjadi, aparat yang berada di lokasi disebut langsung bergerak memberikan bantuan.
Peserta yang mengalami pingsan segera dievakuasi ke area terbuka untuk mendapatkan penanganan awal.
Namun sejumlah pihak menyoroti kelengkapan fasilitas kesehatan di lokasi, termasuk ketersediaan alat bantu darurat.
Isu peserta PBBAB pingsan di Tasikmalaya kemudian menjadi perhatian para orang tua dan pembina sekolah.
Mereka menilai kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik intensitas tinggi seharusnya dibarengi kesiapan medis yang memadai.
Evaluasi Penyelenggaraan Diminta
Sejumlah orang tua berharap penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan ke depan.
Menurut mereka, ajang pembinaan karakter melalui baris berbaris merupakan kegiatan positif, namun aspek keamanan peserta tetap harus menjadi prioritas utama.
Kompetisi seperti ini memang menuntut ketahanan fisik, disiplin, dan mental, tetapi lingkungan pelaksanaan juga harus mendukung kondisi peserta.
Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi dari pihak panitia terkait insiden tersebut maupun kesiapan fasilitas pendukung selama kegiatan berlangsung.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa penyelenggaraan kegiatan pelajar perlu memperhatikan standar keselamatan yang proporsional dengan tingkat aktivitas fisik peserta. (dh)


