Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Program “SULE” Lapas Tasikmalaya Dukung Ketahanan Pangan 

Program “SULE” Lapas Tasikmalaya Dukung Ketahanan Pangan 

  • account_circle Deny Heryanto
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan oleh Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Melalui budidaya ikan lele yang dikelola di lingkungan lembaga pemasyarakatan, hasil menggembirakan berhasil diraih. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Lapas Kelas IIB Tasikmalaya telah mencatatkan lima kali panen lele.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga berkontribusi terhadap kebutuhan pangan. Meski memiliki keterbatasan lahan, kreativitas menjadi kunci keberhasilan pengelolaan budidaya tersebut.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Lapas dukung ketahanan pangan melalui berbagai inovasi yang melibatkan warga binaan secara aktif.

Manfaatkan Lahan Sempit Secara Maksimal

Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Arief Setiyo Budiarto, menjelaskan bahwa seluruh proses budidaya dilakukan secara mandiri. Mulai dari pengadaan indukan hingga bibit ikan lele, semuanya dibeli secara swadaya.

“Indukan dan bibit kami beli dari luar. Selama ini kami belum pernah mengandalkan bantuan untuk pengadaan awal,” ujar Arief, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, keterbatasan area bukan menjadi hambatan. Warga binaan memanfaatkan ember berukuran besar dan saluran parit kecil di area lapas sebagai media budidaya.

Dengan metode sederhana namun efektif tersebut, produksi lele mampu berjalan secara berkelanjutan. Kondisi ini menunjukkan bahwa inovasi dapat tumbuh di mana saja, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.

Program ini juga menjadi bukti bahwa Lapas dukung ketahanan pangan melalui pendekatan yang adaptif dan efisien.

Hasil Panen Dukung Program MBG

Panen lele yang dihasilkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung kebutuhan konsumsi internal lapas. Sebagian besar hasil panen disalurkan ke dapur Lapas Kelas IIB Tasikmalaya untuk memenuhi kebutuhan makan warga binaan.

Langkah ini selaras dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah. Ketersediaan bahan pangan segar dan bergizi dari hasil budidaya sendiri tentu memberikan nilai tambah bagi kualitas konsumsi warga binaan.

“Kami menjual hasil panen ke dapur lapas. Karena kebutuhan internal cukup besar, kami belum menjual ke masyarakat luar,” jelas Arief.

Dengan demikian, keberadaan budidaya lele menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung kemandirian pangan di lingkungan lapas.

Wujud Solidaritas untuk Korban Bencana

Menariknya, panen perdana dari program ini tidak sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan internal. Sebagian hasil panen pertama disumbangkan kepada korban bencana alam di wilayah Sumatra dan Aceh.

Aksi sosial tersebut menjadi cerminan bahwa nilai kemanusiaan tetap tumbuh, bahkan dari balik tembok lembaga pemasyarakatan.

Solidaritas ini memperlihatkan bahwa program pembinaan di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada warga binaan.

Dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya

Keberhasilan program budidaya lele ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan Sentra Usaha Lapas (SULE).

“Kami dari Pemerintah Kota Tasikmalaya siap mendukung penuh program SULE agar budidaya lele ini semakin berkembang,” ujarnya.

Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas manfaat ekonomi dan sosial yang dihasilkan.

Kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Tasikmalaya dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadi contoh sinergi positif dalam mendorong kemandirian lembaga pemasyarakatan.

Pembinaan Produktif di Kabupaten Tasikmalaya

Keberhasilan ini juga memberikan inspirasi bagi berbagai institusi di Kabupaten Tasikmalaya maupun Kota Tasikmalaya. Program pembinaan berbasis keterampilan produktif terbukti mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan budidaya juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta jiwa kewirausahaan.

Dalam konteks yang lebih luas, program seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tak berlebihan jika dikatakan bahwa Lapas dukung ketahanan pangan bukan sekadar slogan, melainkan langkah konkret yang telah terbukti hasilnya.

Harapan Baru dari Balik Jeruji

Dari ember-ember sederhana dan parit sempit, Lapas Kelas IIB Tasikmalaya berhasil menghadirkan harapan baru. Program ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya.

Ke depan, pengembangan budidaya lele diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar, baik bagi warga binaan, institusi, maupun masyarakat sekitar.

Lapas Kelas IIB Tasikmalaya telah menunjukkan bahwa pembinaan, produktivitas, dan kontribusi terhadap ketahanan pangan dapat berjalan beriringan. (DH) 

  • Penulis: Deny Heryanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polresta Tasikmalaya Bongkar Sindikat Bea Cukai Gadungan, Delapan Pelaku Ditangkap

    Polresta Tasikmalaya Bongkar Sindikat Bea Cukai Gadungan, Delapan Pelaku Ditangkap

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 58
    • 0Komentar

      LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Satreskrim Polresta Tasikmalaya berhasil membongkar sindikat bea cukai gadungan yang beraksi di wilayah Jalan Raya Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Delapan orang pelaku ditangkap setelah diduga memeras seorang pedagang rokok dengan modus menyamar sebagai petugas Bea Cukai. Pengungkapan kasus bea cukai gadungan Tasikmalaya ini dilakukan pada Kamis dini hari, 30 April 2026. […]

  • Polda Jabar Jamin Rekrutmen Polri 2026 Transparan dan Bebas Calo

    Polda Jabar Jamin Rekrutmen Polri 2026 Transparan dan Bebas Calo

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 62
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA BANDUNG – Polda Jawa Barat menegaskan komitmennya menjaga proses rekrutmen anggota Polri 2026 tetap bersih, transparan, dan bebas praktik percaloan maupun kecurangan. Seluruh tahapan seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, hingga Tamtama disebut dilakukan dengan sistem terbuka dan pengawasan berlapis. Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, […]

  • FOSSMA Dorong Transparansi APBD 2026 Kota Tasikmalaya

    FOSSMA Dorong Transparansi APBD 2026 Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 43
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Komitmen masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan kembali ditunjukkan oleh Forum Silaturahmi Salasar Masjid Agung (FOSSMA) Kota Tasikmalaya. Melalui audiensi bersama DPRD dan Pemerintah Kota Tasikmalaya, forum ini menegaskan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat partisipasi publik dalam […]

  • IKMT Gandeng Universitas Siliwangi, Bangun Masjid Kokoh dan Aman di Tamansari

    IKMT Gandeng Universitas Siliwangi, Bangun Masjid Kokoh dan Aman di Tamansari

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 42
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Komitmen membangun rumah ibadah yang kokoh, aman, dan berkelanjutan ditunjukkan oleh Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT). Dalam proses pembangunan Masjid IKMT, organisasi tersebut resmi menggandeng akademisi dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Siliwangi untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan dilakukan berdasarkan kajian ilmiah dan standar teknis yang berlaku. Langkah strategis ini menegaskan bahwa […]

  • Forum Nyemah Atikan Priangan Timur: Konten Lokal Belum Jadi Arus Utama 

    Forum Nyemah Atikan Priangan Timur: Konten Lokal Belum Jadi Arus Utama 

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 64
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA — Kondisi dunia penyiaran di wilayah Priangan Timur kembali menjadi sorotan. Dalam Forum Nyemah Atikan Priangan Timur, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa konten lokal hingga saat ini belum sepenuhnya menjadi pilihan utama masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di […]

  • Uniga Cetak 41 Apoteker Baru, Dinkes Garut Sebut Jadi Angin Segar

    Uniga Cetak 41 Apoteker Baru, Dinkes Garut Sebut Jadi Angin Segar

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 120
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA GARUT – Universitas Garut (Uniga) kembali melahirkan tenaga kesehatan baru. Sebanyak 41 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Garut resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII yang digelar di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). […]

expand_less