LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Sosok anggota kepolisian yang dekat dengan masyarakat kembali hadir di Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, perhatian publik tertuju kepada Bhabinkamtibmas Desa Cikeusal, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Aipda Arif Rachman. Melalui aksi nyata, ia menunjukkan bahwa tugas seorang polisi tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir membawa manfaat bagi lingkungan sosial dan keagamaan.
Dalam sebuah kegiatan bakti religi, Aipda Arif membagikan kitab dan Al-Qur’an kepada warga serta para santri di Masjid DKM Al Ishlah, Kampung Panugaran, Desa Cikeusal. Aksi mulia ini menjadi bukti nyata bahwa Polisi sisihkan gaji untuk santri bukan sekadar slogan, melainkan wujud kepedulian yang lahir dari hati.

Pengajian Bulanan Jadi Momentum Berbagi
Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan agenda pengajian bulanan Desa Cikeusal yang rutin digelar setiap bulan. Acara ini dihadiri tokoh masyarakat, jemaah, para santri, serta warga dari berbagai kalangan.
Momentum tersebut dimanfaatkan Aipda Arif untuk menyerahkan langsung kitab dan Al-Qur’an kepada masyarakat. Kehadirannya disambut hangat oleh warga. Tak sedikit yang merasa terharu atas perhatian yang diberikan aparat kepolisian kepada kebutuhan spiritual masyarakat.
Bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat, khususnya bagi para santri yang sehari-hari menimba ilmu agama. Kitab dan Al-Qur’an yang dibagikan akan digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di lingkungan masjid dan madrasah setempat.
Polisi Sisihkan Gaji untuk Santri, Wujud Kepedulian Nyata
Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa, seluruh kitab dan Al-Qur’an yang dibagikan dibeli menggunakan dana pribadi Aipda Arif. Ia secara rutin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat, terutama dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Aksi Polisi sisihkan gaji untuk santri ini pun menuai banyak apresiasi. Di tengah berbagai tantangan tugas kepolisian, langkah sederhana namun bermakna seperti ini menjadi teladan yang patut diapresiasi.
“Ini merupakan bentuk kepedulian saya kepada masyarakat. Mudah-mudahan apa yang diberikan dapat bermanfaat bagi warga dan para santri, sekaligus menambah keimanan serta pengetahuan agama,” ujar Aipda Arif, Kamis (24/4/2026).
Bagi Aipda Arif, menjadi polisi berarti siap melayani dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan.
Peran Bhabinkamtibmas Lebih dari Sekadar Menjaga Keamanan
Keberadaan Bhabinkamtibmas selama ini memang menjadi ujung tombak Polri di tengah masyarakat. Peran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan pembinaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga mencakup upaya membangun kedekatan emosional dengan warga.
Melalui kegiatan sosial, keagamaan, hingga pendampingan masyarakat, Bhabinkamtibmas hadir sebagai mitra sekaligus sahabat warga di desa binaannya.
Apa yang dilakukan Aipda Arif sejalan dengan program Polri Presisi yang menekankan pendekatan humanis. Polisi diharapkan tidak sekadar hadir saat terjadi persoalan, tetapi juga aktif menjadi bagian dari solusi dan kemajuan masyarakat.
Langkah ini sekaligus memperkuat citra positif institusi kepolisian di mata publik.
Polsek Tanjungjaya dan Polres Tasikmalaya Dorong Polisi Humanis
Aksi Aipda Arif menjadi representasi nyata semangat pelayanan yang terus dibangun di lingkungan Polsek Tanjungjaya maupun Polres Tasikmalaya. Pendekatan humanis, kedekatan dengan masyarakat, serta kepedulian sosial menjadi nilai utama yang terus dikedepankan.
Kapolri sendiri dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya kehadiran polisi yang dicintai masyarakat. Hal tersebut hanya dapat terwujud melalui kerja nyata, ketulusan, dan konsistensi dalam melayani.
Di wilayah hukum Polres Tasikmalaya, berbagai program sosial terus digencarkan. Mulai dari bantuan sosial, kegiatan bakti kesehatan, hingga dukungan terhadap aktivitas keagamaan masyarakat.
Apa yang dilakukan Aipda Arif menjadi salah satu contoh konkret implementasi nilai tersebut di lapangan.
Warga Apresiasi dan Berharap Berkelanjutan
Masyarakat Desa Cikeusal menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian yang ditunjukkan Aipda Arif. Mereka menilai sosok Bhabinkamtibmas seperti inilah yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Selain menjaga keamanan, kehadiran polisi yang peduli terhadap pendidikan agama dinilai mampu mempererat hubungan antara aparat dan warga.
“Kami sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak santri dan masyarakat. Semoga kebaikan beliau mendapat balasan berlipat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi anggota kepolisian lainnya.
Menjaga Kamtibmas Sekaligus Merawat Keimanan
Bakti religi yang dilakukan Aipda Arif bukan hanya soal berbagi kitab dan Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara polisi dan masyarakat.
Dengan hubungan yang harmonis, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat akan semakin terjaga. Inilah esensi sejati dari Peran Bhabinkamtibmas di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Dari Desa Cikeusal, keteladanan itu lahir. Seorang polisi membuktikan bahwa seragam bukan sekadar simbol kewenangan, melainkan amanah untuk melayani dengan hati.
Ketika Polisi sisihkan gaji untuk santri, maka yang tumbuh bukan hanya rasa hormat, tetapi juga kepercayaan. Dan kepercayaan itulah fondasi utama terciptanya keamanan, kedamaian, serta kehidupan bermasyarakat yang harmonis. (DH)


