Lewati ke konten
Daerah

Balita Ciamis Tersangkut Kaleng Biskuit, Orang Tua Diingatkan Waspada

Redaktur Lintas JabarJuli 8, 20263 menit baca115 dilihat
balita Ciamis tersangkut kaleng biskuit
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA DAERAH. Kejadian yang menimpa seorang balita di Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, menjadi pengingat penting bagi para orang tua.

Benda rumah tangga yang terlihat biasa ternyata bisa berubah menjadi sumber bahaya bagi anak kecil. Salah satunya kaleng biskuit kosong.

Pada Selasa malam, 7 Juli 2026, seorang balita berusia dua tahun di Dusun Puncak Asih, Desa Cisadap, mengalami kejadian menegangkan setelah kepalanya tersangkut di dalam kaleng biskuit. Korban diketahui bernama Naima.

Kejadian bermula saat korban bermain di rumah. Saat itu, ia berada bersama keluarga dan tengah menggunakan telepon genggam. Di dekatnya terdapat kaleng biskuit kosong.

Ponsel sempat dimasukkan atau disandarkan pada kaleng tersebut. Setelah itu, kaleng justru dipasang ke kepala korban. Awalnya, keluarga mengira benda itu bisa dilepaskan dengan mudah. Namun, dugaan tersebut keliru.

Kaleng biskuit itu tersangkut dan sulit dikeluarkan. Orang tua korban sempat mencoba melakukan pertolongan sendiri. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Situasi makin menegangkan karena korban menangis kesakitan. Keluarga yang panik kemudian meminta bantuan UPTD Pemadam Kebakaran atau Damkar Ciamis.

Laporan diterima sekitar pukul 20.58 WIB. Petugas Damkar Ciamis lalu mendatangi lokasi dengan membawa kendaraan operasional dan sejumlah peralatan evakuasi.

Petugas menggunakan alat seperti gerinda mini, gunting, dan tang untuk membuka kaleng secara hati-hati. Proses tersebut tidak bisa dilakukan terburu-buru karena korban masih balita dan bagian yang terjepit berada di area kepala.

Dalam kondisi seperti ini, petugas harus bekerja dengan sangat tenang. Tujuannya bukan hanya melepas kaleng, tetapi memastikan proses evakuasi tidak menimbulkan luka tambahan.

Sekitar pukul 21.20 WIB, kaleng biskuit akhirnya berhasil dilepaskan. Korban dilaporkan tidak mengalami luka serius. Hanya terdapat bekas kemerahan di kepala akibat kaleng yang sempat tersangkut.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi keluarga. Anak usia balita memiliki rasa ingin tahu yang besar. Mereka bisa memasukkan tangan, kepala, atau benda lain ke dalam wadah yang menurut orang dewasa terlihat tidak berbahaya.

Kaleng kosong, botol plastik, ember kecil, lubang kursi, hingga mainan tertentu bisa menjadi risiko bila tidak diawasi. Apalagi bila benda tersebut memiliki tepi keras, sempit, atau sulit dibuka kembali.

Karena itu, orang tua diimbau lebih berhati-hati saat anak bermain di rumah. Benda bekas sebaiknya segera disingkirkan dari jangkauan anak. Bila anak bermain dengan barang rumah tangga, pengawasan perlu dilakukan lebih ketat.

Peristiwa di Ciamis ini memang berakhir selamat. Namun, kepanikan keluarga menunjukkan bahwa bahaya kecil di rumah tidak boleh diremehkan.

Respons cepat Damkar Ciamis patut diapresiasi. Petugas tidak hanya hadir saat terjadi kebakaran, tetapi juga dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan warga.

Bagi orang tua, kejadian ini bisa menjadi alarm sederhana: rumah memang tempat paling dekat bagi anak, tetapi bukan berarti seluruh benda di dalamnya aman untuk dimainkan.

Kadang yang terlihat hanya kaleng kosong, ternyata bisa membuat malam keluarga berubah jadi tegang seperti final penalti. (AA)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaArgentina vs Swiss: Setelah Drama Mesir, Messi Diuji Sejarah Swiss Berita SelanjutnyaMelki Bajaj Cicipi Kuliner Tasikmalaya, Pemkot Optimistis Wisata Kuliner Kian Mendunia
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *