Tasikmalaya: Haul KH Ahmad Sudja’i Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 119
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Ratusan jamaah dari berbagai wilayah memadati Masjid Kompleks Pondok Pesantren Kudang di Jalan Gudang Pesantren, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Mereka hadir untuk mengikuti Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i, ulama kharismatik sekaligus pendiri majelis pengajian dan Pondok Pesantren Kudang yang mengabdikan hidupnya bagi pendidikan Islam pada periode 1900 hingga 1962.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, para santri, serta masyarakat umum yang ingin mengenang jasa dan perjuangan KH Ahmad Sudja’i dalam membangun tradisi keilmuan Islam di Tasikmalaya.
Sejak pagi, kawasan pesantren dipenuhi jamaah yang datang untuk mengikuti rangkaian acara haul. Suasana religius begitu terasa ketika kegiatan diawali dengan tawasulan yang dipimpin Mama Ending dari Cinusa, Kecamatan Kawalu. Selanjutnya, biografi KH Ahmad Sudja’i atau yang lebih dikenal sebagai Mama Kudang dibacakan oleh Dr. H. Ahmad Zaki Mubarak sebelum dilanjutkan tausiyah oleh KH Akah E. Muslihuddin.
Warisan Keilmuan dan Perjuangan Mama Kudang
Mengusung tema “Sinergi Ulama dan Umaro, Pemberdayaan Ekonomi Santri Jejaring Sanad Keilmuan”, haul tahun ini tidak hanya menjadi ajang mengenang sosok ulama besar, tetapi juga ruang refleksi untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan kepada generasi penerus.
Dalam sambutannya, Rd Diky Candranegara menegaskan bahwa haul merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Menurutnya, sosok KH Ahmad Sudja’i telah memberikan kontribusi besar dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat sebagai bekal kehidupan bermasyarakat.
“Haul ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menjadi sarana untuk meneruskan semangat perjuangan beliau dalam membangun masyarakat yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Diky juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi silaturahmi dan kebersamaan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat Tasikmalaya.
Perkuat Ukhuwah dan Dukung Pembangunan Daerah
Haul ke-67 KH Ahmad Sudja’i juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Selain dihadiri para jamaah, kegiatan tersebut turut menjadi wadah bertemunya berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, santri, akademisi hingga pemerintah daerah.
Banyak pihak menilai kontribusi KH Ahmad Sudja’i tidak hanya terasa dalam bidang pendidikan agama, tetapi juga dalam pembentukan karakter masyarakat Tasikmalaya yang dikenal religius hingga saat ini.
Melalui kegiatan haul, masyarakat diajak untuk terus menjaga jejaring sanad keilmuan serta memperkuat kolaborasi antara ulama dan umaro dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para ulama dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun daerah yang harmonis, religius, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada KH Ahmad Sudja’i sekaligus harapan agar keberkahan dan semangat perjuangannya terus hidup di tengah masyarakat. (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar