PORSADIN XI Indihiang Diikuti 815 Santri, Pertandingkan 18 Cabang Lomba
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Sebanyak 815 peserta dari berbagai Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kecamatan Indihiang ambil bagian dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) XI tingkat Kecamatan Indihiang yang digelar di Pondok Pesantren Al Misbah, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan PORSADIN XI Dewan Pimpinan Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Indihiang tersebut mengusung tema “Mupuk Ukhwah Meraih Barokah dalam Meraih Prestasi untuk Mewujudkan Kesholehan Sosial.”
PORSADIN XI menjadi momentum penting bagi santri untuk mengembangkan kemampuan, mempererat persaudaraan antar lembaga diniyah, sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kreativitas, dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Ratusan santri bersama para pendamping dan guru dari berbagai MDT memadati area Pondok Pesantren Al Misbah Sirnagalih Kecamatan Indihiang yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan.
Pertandingkan 18 Cabang Lomba
Tahun ini, panitia mempertandingkan sedikitnya 18 cabang lomba yang terdiri dari bidang keagamaan, seni, akademik, hingga olahraga.
Cabang yang diperlombakan antara lain Tahfidz Juz Amma, Musabaqah Kitab Safinatun Najah, Cerdas Cermat Diniyah, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Murotal Wal Imla, Kaligrafi, Puisi Islami, Lari Sprint 100 Meter, Bulu Tangkis Tunggal, Tenis Meja Tunggal, Shalawat, Azan, serta Mars dan Hymne DTA.
Selain perlombaan utama, panitia juga menggelar sejumlah cabang eksebisi atau wustho, di antaranya MTQ Wustho, MKQ Wustho, dan Tenis Meja Tunggal Wustho.
Beragam cabang tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk menampilkan kemampuan terbaiknya sesuai bakat dan minat masing-masing.
Libatkan Puluhan Dewan Juri Profesional
Untuk menjamin objektivitas penilaian, panitia melibatkan puluhan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan diniyah, tokoh agama, serta pegiat seni dan olahraga.
Beberapa nama yang dipercaya menjadi dewan juri di antaranya Oba Badriatul Adawiyah, S.Pd.I, M. Ridwan, S.Pd.I, Ade Rinrin Haerani, M.Pd., Toni Rosadi, S.Pd.I, Dede Rusli, Nurul Ihsan, Titin Tresmawati, Danto Salam, Bambang Irawan, Joko, M. Alawi Almaliki, Nurkamilah, Isep Saepul Anwar, S.Pd.I, hingga Ipah Syarifah, S.Pd.I.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 815 orang, PORSADIN XI Kecamatan Indihiang menjadi salah satu kegiatan pendidikan keagamaan terbesar di wilayah tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam mendukung pengembangan pendidikan diniyah dan pembinaan generasi muda yang berakhlak, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
FKDT Dorong Lahirnya Santri Berprestasi dan Berkarakter
Ketua FKDT Kecamatan Indihiang Ajat Sudradjat, S.Sos, MH. menegaskan bahwa PORSADIN bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana pembinaan karakter dan penguatan ukhuwah Islamiyah di kalangan santri.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tema yang diusung tahun ini, yakni membangun kesholehan sosial melalui prestasi dan persaudaraan.Melalui berbagai program pembinaan, termasuk PORSADIN.
FKDT Indihiang berupaya menghadirkan ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi akademik, seni, olahraga, sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan.
Ajang ini menjadi bukti bahwa santri diniyah tidak hanya mampu berprestasi dalam bidang keagamaan seperti tahfidz, tilawah, dan kitab kuning, tetapi juga mampu bersaing dalam bidang seni dan olahraga dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai islami.
Bagi Ajat Sudradjat, keberhasilan pendidikan diniyah tidak semata diukur dari banyaknya prestasi yang diraih, melainkan dari lahirnya generasi yang memiliki kepedulian sosial, akhlak mulia, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, PORSADIN XI tahun 2026 ini mengusung tema: “Mupuk Ukhwah Meraih Barokah dalam Meraih Prestasi untuk Mewujudkan Kesholehan Sosial“, dinilai sangat relevan sebagai cerminan cita-cita FKDT dalam membangun generasi muda yang berilmu, berprestasi, dan berkarakter, pungkasnya (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar