Viral Digerebek di Toilet, Perangkat Desa Purworejo Mundur dari Jabatan
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar,id, BERITA PURWOREJO – Sebuah video penggerebekan yang memperlihatkan seorang perangkat desa bersama seorang perempuan di dalam toilet sebuah kedai makan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) itu memicu beragam reaksi masyarakat. Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan sejumlah warga membuka paksa pintu toilet sebelum menemukan dua orang berada di dalam satu bilik yang sama.
Kejadian tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mempertanyakan latar belakang peristiwa itu, terlebih setelah identitas salah satu pihak yang terlibat diketahui merupakan aparatur pemerintahan desa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi di sebuah kedai makan yang berada di wilayah Desa Megulung Kidul, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo.
Awalnya, pegawai kedai dan sejumlah warga sekitar merasa curiga karena seorang pria dan perempuan masuk ke area toilet secara bersamaan. Kecurigaan semakin menguat setelah keduanya tidak juga keluar dalam waktu yang cukup lama.
Kecurigaan Warga Berujung Penggerebekan
Merasa ada hal yang tidak wajar, sejumlah warga bersama pegawai kedai kemudian melakukan pengecekan ke lokasi. Setelah beberapa kali dipanggil dan tidak mendapatkan respons, warga akhirnya membuka paksa pintu toilet tersebut.
Saat pintu terbuka, warga mendapati seorang pria dan perempuan berada di dalam satu ruangan toilet. Momen itulah yang direkam menggunakan telepon seluler dan kemudian menyebar luas di media sosial.
Video tersebut dengan cepat menarik perhatian publik dan menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di dunia maya dalam beberapa hari terakhir.
Polisi yang menerima informasi mengenai kejadian itu kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat untuk mengungkap kronologi secara lengkap.
Keduanya Diketahui Sudah Berkeluarga
Dari hasil pendalaman aparat kepolisian, pria yang berada dalam video tersebut diketahui berinisial SU (56), yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan di Desa Sidodadi, Kecamatan Kemiri.
Sementara perempuan yang bersamanya berinisial SI (43), warga desa yang sama. Polisi mengungkapkan bahwa keduanya sama-sama telah memiliki pasangan sah.
Hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa kedua pihak telah menjalin komunikasi cukup intens melalui pesan singkat sebelum peristiwa tersebut terjadi. Selain itu, keduanya diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan meskipun tidak dekat.
Meski demikian, berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, keduanya mengaku belum sempat melakukan hubungan intim saat penggerebekan berlangsung.
Setelah diamankan, kedua pihak dibawa ke Polsek Pituruh untuk dimintai klarifikasi dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Jabatan Ditinggalkan
Kasus tersebut sempat dikaitkan dengan ketentuan Pasal 411 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai perzinaan. Namun aparat menjelaskan bahwa perkara tersebut termasuk delik aduan absolut, sehingga proses hukum hanya dapat berjalan apabila ada laporan dari pasangan sah pihak yang bersangkutan.
Dalam perkembangannya, istri SU dan suami SI memilih menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ke ranah hukum.
Meski berakhir damai, dampak sosial yang ditimbulkan tidak kecil. Kepala Desa Sidodadi mengonfirmasi bahwa SU telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai perangkat desa.
Surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan secara resmi dan saat ini masih dalam proses administrasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan aparatur pemerintahan desa yang selama ini memiliki tanggung jawab dalam pelayanan masyarakat. Hingga kini, video penggerebekan tersebut masih beredar luas dan terus memancing beragam tanggapan dari masyarakat. (hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar