Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Masyarakat Korowai Titip Pesan Pelestarian Hutan Papua kepada Dedi Mulyadi

Masyarakat Korowai Titip Pesan Pelestarian Hutan Papua kepada Dedi Mulyadi

  • account_circle Redaktur Lintas Jabar
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

lintasjabar.id, BERITA NASIONALMasyarakat adat Korowai dari Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, menyampaikan pesan penting tentang pelestarian hutan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui sebuah replika rumah pohon khas Korowai.

Penyerahan replika tersebut dilakukan seusai Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) yang berlangsung di Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).

Bagi masyarakat Korowai, replika rumah pohon itu bukan sekadar cenderamata atau simbol budaya. Di baliknya tersimpan harapan agar para pemimpin Indonesia semakin peduli terhadap keberlangsungan hutan Papua yang selama ini menjadi ruang hidup masyarakat adat.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Franky, menjelaskan bahwa replika tersebut berasal langsung dari masyarakat Korowai yang hingga kini masih mempertahankan kehidupan tradisional di kawasan pedalaman Papua.

Menurutnya, masyarakat Korowai secara khusus meminta agar replika rumah pohon diserahkan kepada Dedi Mulyadi sebagai bentuk penghormatan atas kepeduliannya terhadap budaya lokal dan kehidupan masyarakat adat.

“Mereka berharap ada pemimpin yang amanah, menghargai alam, dan memahami bahwa kekayaan alam merupakan anugerah yang harus dijaga,” ujar Franky.

Hutan Papua Bukan Sekadar Alam, Tetapi Sumber Kehidupan

Franky menuturkan, bagi masyarakat Korowai, hutan memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar kawasan hijau atau sumber daya alam.

Hutan menjadi tempat tinggal, sumber pangan, sekaligus ruang hidup yang menopang keberlangsungan generasi mereka dari masa ke masa.

Den legal Tasikmalaya-lintas jabar

Karena itu, masyarakat adat berharap perhatian terhadap Papua tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada upaya menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat setempat.

“Mereka masih hidup berdampingan dengan hutan. Hutan adalah rumah sekaligus sumber makanan bagi masyarakat Korowai,” katanya.

Pesan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan di Papua perlu berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap lingkungan dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat yang selama ini menjaga kawasan hutan.

Melalui replika rumah pohon Korowai, masyarakat adat berharap semakin banyak pihak memahami pentingnya menjaga kelestarian alam Papua yang memiliki peran besar bagi kehidupan masyarakat lokal maupun keseimbangan lingkungan secara luas.

Dedi Mulyadi: Pembangunan Harus Menghargai Pengetahuan Lokal

Dalam forum APS, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pembangunan Papua tidak seharusnya menghapus cara hidup masyarakat adat yang telah terbentuk selama ratusan tahun.

Menurutnya, berbagai pengetahuan yang dimiliki masyarakat adat lahir dari pengalaman panjang hidup berdampingan dengan alam dan tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang tertinggal.

Ia mencontohkan rumah pohon Korowai sebagai salah satu bentuk pengetahuan lokal yang menunjukkan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan lingkungan tanpa merusak ekosistem.

“Rumah pohon Korowai sebenarnya merupakan bentuk pengetahuan yang luar biasa. Mereka memahami alam, memahami ancaman lingkungan, dan mampu bertahan hidup secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dedi menilai kemajuan Papua tidak dapat diukur hanya dari indikator ekonomi dan industrialisasi. Kondisi geografis, budaya, serta hubungan masyarakat dengan alam harus menjadi bagian penting dalam merumuskan arah pembangunan.

Menurutnya, Papua memiliki karakteristik yang berbeda dibanding wilayah lain di Indonesia, sehingga pendekatan pembangunan juga perlu memperhatikan nilai-nilai lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Pesan masyarakat Korowai melalui replika rumah pohon tersebut menjadi simbol kuat bahwa pelestarian hutan Papua bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga menjaga identitas, budaya, dan keberlangsungan hidup masyarakat adat yang telah lama menjadi penjaga alam di Tanah Papua. (hs) 

  • Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Binaan LAPAS Tasikmalaya Dapat Santunan

    Warga Binaan LAPAS Tasikmalaya Dapat Santunan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 32
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tasikmalaya berlangsung penuh makna. Perayaan yang digelar di Aula Lapas pada Senin (27/4/2026) itu tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi para penghuni lapas. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah Warga Binaan LAPAS Tasikmalaya menerima bantuan gerobak usaha […]

  • Dedi Mulyadi Buka Sayembara Rp750 Juta Cari Aman Yani

    Dedi Mulyadi Buka Sayembara Rp750 Juta Cari Aman Yani

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 116
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah tak biasa dalam menyoroti perkembangan kasus pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Indramayu. Politikus yang akrab disapa KDM itu disebut membuka sayembara dengan total hadiah Rp750 juta untuk menemukan keberadaan Aman Yani, sosok misterius yang namanya mencuat dalam persidangan kasus tersebut. Langkah itu langsung menyedot […]

  • Dua Santriwati Kembar Asal Garut Hilang Sejak Turun di Terminal Singaparna

    Dua Santriwati Kembar Asal Garut Hilang Sejak Turun di Terminal Singaparna

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 97
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA GARUT – Dua santriwati kembar asal Kabupaten Garut dilaporkan hilang setelah perjalanan menuju pondok pesantren di Kota Banjar. Keluarga kini berharap bantuan masyarakat setelah kabar terakhir menyebut keduanya sempat berada di Terminal Singaparna, Tasikmalaya. Laporan kehilangan tersebut telah diterima Polsek Bayongbong, Polres Garut, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Dua remaja yang dilaporkan hilang […]

  • Temuan Mayat di Dadaha Gegerkan Warga

    Temuan Mayat di Dadaha Gegerkan Warga

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 30
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Hujan deras yang mengguyur kawasan Taman Dadaha, Rabu sore (1/4/2026), tiba-tiba berubah menjadi momen mencekam. Di tengah guyuran air, warga justru dihadapkan pada temuan mayat di Dadaha—seorang pria paruh baya ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi area taman. Berawal dari Kecurigaan Warga Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan seorang perempuan yang […]

  • Sapi Kurban Jumbo di Sindangkasih Ciamis Jadi Perhatian Warga

    Sapi Kurban Jumbo di Sindangkasih Ciamis Jadi Perhatian Warga

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 122
    • 0Komentar

    lintasjabar.id. BERITA CIAMIS – Suasana Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, mendadak jadi perhatian warga setelah seekor sapi kurban berbobot hampir satu ton disembelih di halaman Kantor Desa Sukaraja, Rabu pagi (27/5/2026). Ukuran sapi yang tidak biasa membuat masyarakat berbondong-bondong datang menyaksikan proses penyembelihan. Banyak warga mengaku baru pertama […]

  • Wali kota tasikmalaya tegur wartawan

    Wali Kota Tasikmalaya Tegur Wartawan saat Liputan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    moodlintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Viman Alfarizi Ramadhan menjadi sorotan setelah terjadi insiden dengan sejumlah wartawan saat agenda penyerahan SK pensiun dan kenaikan pangkat ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Peristiwa itu terjadi dalam kegiatan Penyerahan Keputusan Wali Kota tentang Pemberhentian dan Pemberian Pensiun PNS TMT 1 Mei 2026 serta Penyerahan Keputusan Wali Kota tentang Kenaikan […]

expand_less