Lewati ke konten
Nasional

Masyarakat Korowai Titip Pesan Pelestarian Hutan Papua kepada Dedi Mulyadi

Redaktur Lintas JabarMei 30, 20263 menit baca52 dilihat
masyarakat-korowai-titip-pesan-hutan-papua-ke-dedi-mulyadi-lintas jabar
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA NASIONAL – Masyarakat adat Korowai dari Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, menyampaikan pesan penting tentang pelestarian hutan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui sebuah replika rumah pohon khas Korowai.

Penyerahan replika tersebut dilakukan seusai Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) yang berlangsung di Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).

Bagi masyarakat Korowai, replika rumah pohon itu bukan sekadar cenderamata atau simbol budaya. Di baliknya tersimpan harapan agar para pemimpin Indonesia semakin peduli terhadap keberlangsungan hutan Papua yang selama ini menjadi ruang hidup masyarakat adat.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Franky, menjelaskan bahwa replika tersebut berasal langsung dari masyarakat Korowai yang hingga kini masih mempertahankan kehidupan tradisional di kawasan pedalaman Papua.

Menurutnya, masyarakat Korowai secara khusus meminta agar replika rumah pohon diserahkan kepada Dedi Mulyadi sebagai bentuk penghormatan atas kepeduliannya terhadap budaya lokal dan kehidupan masyarakat adat.

“Mereka berharap ada pemimpin yang amanah, menghargai alam, dan memahami bahwa kekayaan alam merupakan anugerah yang harus dijaga,” ujar Franky.

Hutan Papua Bukan Sekadar Alam, Tetapi Sumber Kehidupan

Franky menuturkan, bagi masyarakat Korowai, hutan memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar kawasan hijau atau sumber daya alam.

Hutan menjadi tempat tinggal, sumber pangan, sekaligus ruang hidup yang menopang keberlangsungan generasi mereka dari masa ke masa.

Den legal Tasikmalaya-lintas jabar

Karena itu, masyarakat adat berharap perhatian terhadap Papua tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada upaya menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat setempat.

“Mereka masih hidup berdampingan dengan hutan. Hutan adalah rumah sekaligus sumber makanan bagi masyarakat Korowai,” katanya.

Pesan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan di Papua perlu berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap lingkungan dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat yang selama ini menjaga kawasan hutan.

Melalui replika rumah pohon Korowai, masyarakat adat berharap semakin banyak pihak memahami pentingnya menjaga kelestarian alam Papua yang memiliki peran besar bagi kehidupan masyarakat lokal maupun keseimbangan lingkungan secara luas.

Dedi Mulyadi: Pembangunan Harus Menghargai Pengetahuan Lokal

Dalam forum APS, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pembangunan Papua tidak seharusnya menghapus cara hidup masyarakat adat yang telah terbentuk selama ratusan tahun.

Menurutnya, berbagai pengetahuan yang dimiliki masyarakat adat lahir dari pengalaman panjang hidup berdampingan dengan alam dan tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang tertinggal.

Ia mencontohkan rumah pohon Korowai sebagai salah satu bentuk pengetahuan lokal yang menunjukkan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan lingkungan tanpa merusak ekosistem.

“Rumah pohon Korowai sebenarnya merupakan bentuk pengetahuan yang luar biasa. Mereka memahami alam, memahami ancaman lingkungan, dan mampu bertahan hidup secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dedi menilai kemajuan Papua tidak dapat diukur hanya dari indikator ekonomi dan industrialisasi. Kondisi geografis, budaya, serta hubungan masyarakat dengan alam harus menjadi bagian penting dalam merumuskan arah pembangunan.

Menurutnya, Papua memiliki karakteristik yang berbeda dibanding wilayah lain di Indonesia, sehingga pendekatan pembangunan juga perlu memperhatikan nilai-nilai lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Pesan masyarakat Korowai melalui replika rumah pohon tersebut menjadi simbol kuat bahwa pelestarian hutan Papua bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga menjaga identitas, budaya, dan keberlangsungan hidup masyarakat adat yang telah lama menjadi penjaga alam di Tanah Papua. (hs) 

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita Sebelumnya50 Kendaraan Operasional Koperasi Desa Merah Putih Mulai Tiba di Tasikmalaya Berita SelanjutnyaDi Balik Gaji Rp8 Juta, Begini Cara Dedi Mulyadi Kelola Anggaran
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza