lintasjabar.id, BERITA BANJAR – Antusiasme warga mewarnai pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) di kawasan Alun-alun Kota Banjar, Kamis (21/5/2026). Sejak pagi, puluhan warga tampak memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Berbagai komoditas kebutuhan rumah tangga seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, hingga daging dijual dengan harga terjangkau. Kondisi tersebut langsung menarik minat masyarakat yang rela mengantre demi memperoleh sembako dengan harga lebih hemat.
Kegiatan pasar murah tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Banjar dalam membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah hari ini Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas KUKMP mengadakan pasar murah. Ini dilakukan dalam rangka membantu meminimalisir beban masyarakat, khususnya untuk kebutuhan sembako,” ujar Supriana.
Menurutnya, pasar murah bukan hanya sekadar agenda penjualan bahan pokok murah, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pasar.
Tak Hanya Bantu Warga, UMKM Juga Didorong Tumbuh
Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah, kegiatan pasar murah juga disebut menjadi ruang pemberdayaan ekonomi lokal.
Supriana menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut turut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga pelaku usaha lokal.
Menurutnya, kegiatan serupa rutin digelar Pemerintah Kota Banjar dengan lokasi yang berpindah-pindah agar manfaatnya menjangkau masyarakat lebih luas.
Tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, pasar murah juga kerap dilaksanakan di kawasan perkantoran hingga wilayah kecamatan.
“Sebetulnya kegiatan ini rutin dilaksanakan. Kadang digelar oleh UMKM, kadang oleh dinas terkait seperti pertanian. Lokasinya juga berpindah-pindah agar masyarakat di berbagai wilayah bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah,” katanya.
Ramainya pengunjung yang datang silih berganti sepanjang kegiatan menjadi indikator bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pasar murah masih cukup tinggi.
Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa kebijakan intervensi harga seperti ini masih relevan sebagai langkah konkret pemerintah daerah.
Strategi Tekan Inflasi Daerah
Selain bertujuan membantu masyarakat, pasar murah juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Pemerintah Kota Banjar menilai intervensi langsung melalui penjualan bahan pokok di bawah harga pasar dapat membantu menjaga stabilitas harga, terutama menjelang periode meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Ini juga dalam rangka menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga di Kota Banjar,” tambah Supriana.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kenaikan harga bahan pokok kerap menjadi faktor utama yang memicu tekanan terhadap ekonomi rumah tangga.
Dengan menjaga ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap stabil.
Warga Harap Digelar Lebih Rutin
Salah seorang warga, Ayuni, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.
Menurutnya, harga sejumlah kebutuhan pokok yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Lebih murah di sini. Saya beli minyak tadi harganya Rp45 ribu, lebih murah dibanding di pasar. Selain itu ada beras, telur, ayam, cabai, semuanya lebih murah,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika harga kebutuhan pokok biasanya melonjak.
Bagi masyarakat, pasar murah bukan sekadar tempat berbelanja hemat, tetapi juga bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan warga.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pasar murah tampaknya masih menjadi salah satu solusi efektif dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan warga dan stabilitas ekonomi daerah. (hs)


