Gudang Hanger di Sindanggalih Tasikmalaya Ludes Terbakar
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang hanger rumahan di kawasan Irigasi Cikunten, Kampung Sindanggalih, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (10/5/2026). Bangunan semi permanen beserta seluruh isinya hangus dilalap si jago merah.
Insiden ini sempat membuat petugas pemadam kebakaran kebingungan lantaran informasi lokasi kejadian yang diterima dari warga tidak akurat. Akibatnya, tim sempat beberapa kali putar arah sebelum akhirnya menemukan titik kebakaran yang sebenarnya.
Laporan Simpang Siur, Damkar Sempat Salah Lokasi
Personel BPBD Kota Tasikmalaya, Deden, mengungkapkan laporan awal yang diterima menyebutkan ada dua rumah terbakar di kawasan Cilolohan, tepatnya wilayah BTH. Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi.
Namun sesampainya di lokasi, tidak ditemukan adanya kebakaran.
“Awalnya kami mendapat laporan ada dua rumah terbakar di Cilolohan. Tim langsung meluncur, tapi setelah dicek ternyata tidak ada kejadian,” ujar Deden, Minggu (10/5/2026).
Tak lama kemudian, petugas kembali menerima laporan baru yang menyebut kebakaran terjadi di wilayah Cicantel, Mulyasari. Tim Damkar kembali bergerak cepat menuju titik yang diinformasikan. Namun hasilnya kembali nihil.
Setelah berkoordinasi dengan pihak Polsek Tamansari, akhirnya diketahui bahwa lokasi kebakaran sebenarnya berada di kawasan Irigasi Cikunten, Kampung Sindanggalih. Polisi kemudian langsung mengawal petugas menuju tempat kejadian perkara.
Api Cepat Membesar karena Material Mudah Terbakar
Saat petugas tiba di lokasi, kondisi gudang hanger skala rumahan tersebut sudah dalam keadaan hampir habis terbakar. Api dengan cepat melahap bangunan karena material di dalam gudang sangat mudah terbakar.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik dari instalasi bangunan. Percikan api kemudian menyambar tumpukan bahan hengeur dan pakaian yang tersimpan di dalam gudang.
Akibatnya, kobaran api cepat membesar dan menghasilkan asap hitam pekat yang terlihat dari jarak cukup jauh.
“Yang terbakar ini gudang usaha rumahan, bukan pabrik besar. Tapi karena isi bangunannya mudah terbakar, api cepat sekali membesar,” kata Deden.
Warga Sempat Panik, Tiga Unit Damkar Dikerahkan
Kebakaran tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Sebelum petugas datang, sejumlah warga berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar kobaran tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani peristiwa ini. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung lebih dari satu jam hingga api benar-benar berhasil dikendalikan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah karena bangunan beserta seluruh isinya ludes terbakar.
Petugas kepolisian telah memasang garis polisi di area kebakaran untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pemilik gudang juga masih dimintai keterangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha rumahan, untuk lebih rutin memeriksa kondisi instalasi listrik.
Kelalaian kecil pada sistem kelistrikan bisa memicu kebakaran besar, terlebih jika bangunan menyimpan bahan yang mudah terbakar. Kewaspadaan dan pengecekan berkala menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang. (dh)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar