IKMT Gandeng Universitas Siliwangi, Bangun Masjid Kokoh dan Aman di Tamansari
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month Senin, 27 Apr 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Komitmen membangun rumah ibadah yang kokoh, aman, dan berkelanjutan ditunjukkan oleh Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT). Dalam proses pembangunan Masjid IKMT, organisasi tersebut resmi menggandeng akademisi dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Siliwangi untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan dilakukan berdasarkan kajian ilmiah dan standar teknis yang berlaku.
Langkah strategis ini menegaskan bahwa pembangunan masjid tidak hanya berorientasi pada aspek arsitektur dan estetika, tetapi juga pada kekuatan struktur, keselamatan bangunan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kolaborasi IKMT dengan menggandeng Universitas Siliwangi ini menjadi salah satu contoh sinergi positif antara organisasi masyarakat dengan kalangan akademisi di Kota Tasikmalaya.

Komitmen Membangun Masjid Berbasis Kajian Ilmiah
Pembangunan Masjid IKMT direncanakan berlokasi di Jalan Bong, wilayah Kelurahan Tamansari, Kota Tasikmalaya.
Pada Minggu (26/4/2026), jajaran pengurus IKMT Kota Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi bersama pihak Jurusan Teknik Sipil Universitas Siliwangi.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua IKMT Syahrial Koto, Ketua Panitia Pembangunan Yalviendra, Sekretaris Abdullah Muzaki, serta Ketua Jurusan Teknik Sipil Unsil, Ir. Pengki Irawan.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mematangkan seluruh aspek teknis pembangunan.
Kelanjutan Kesepakatan Halal Bihalal
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan yang dihasilkan dalam acara Halal Bihalal 1447 Hijriah pada 19 April 2026 lalu.
Dalam forum itu, warga Minang yang tergabung dalam IKMT Kota Tasikmalaya secara resmi menyetujui desain arsitektur Masjid IKMT.
Setelah desain disepakati, tahapan berikutnya adalah memastikan kelayakan struktur bangunan melalui pendampingan profesional dari Teknik Sipil Unsil.
Langkah ini dinilai sangat penting untuk menjamin kualitas konstruksi sejak tahap perencanaan.
Teknik Sipil Unsil Siapkan Kajian Menyeluruh
Pihak Universitas Siliwangi Tasikmalaya akan menerjunkan tim resmi melalui program pengabdian kepada masyarakat.
Tim dari Teknik Sipil Unsil akan melakukan berbagai tahapan kajian, mulai dari survei lokasi, pengukuran ulang lahan, uji tanah, sondir, hingga analisis struktur bangunan.
Selain itu, desain arsitektur yang telah disusun sebelumnya juga akan ditinjau ulang dari perspektif teknik sipil.
Tujuannya adalah memastikan seluruh rancangan memenuhi standar keamanan dan ketahanan bangunan.
Masjid Peradaban untuk Generasi Mendatang
Ketua IKMT, Syahrial Koto, menegaskan bahwa pembangunan masjid ini bukan sekadar mendirikan bangunan fisik.
Menurutnya, masjid tersebut dirancang sebagai pusat ibadah, pendidikan, sosial, dan peradaban bagi masyarakat.
“Ini bukan bangunan biasa. Kami ingin menghadirkan masjid yang kuat secara struktur, aman digunakan, dan bermanfaat hingga puluhan tahun ke depan,” ujarnya.
Karena itu, kolaborasi IKMT Gandeng Universitas Siliwangi menjadi keputusan yang sangat strategis.
Transparansi Jadi Prinsip Utama
Selain mengedepankan aspek teknis, panitia pembangunan juga berkomitmen menerapkan prinsip transparansi.
IKMT akan menyusun proposal pembangunan dalam dua versi, yakni versi teknis untuk kebutuhan profesional dan versi sederhana yang mudah dipahami masyarakat.
Langkah ini bertujuan agar seluruh donatur dan anggota komunitas dapat memahami tahapan pembangunan secara terbuka. Prinsip keterbukaan dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik.
Tahapan Pra-Konstruksi Disiapkan Matang
Proses yang disiapkan tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Mulai dari kajian struktur, penyusunan Detail Engineering Design (DED), penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) akan dilaksanakan secara bertahap. Selain itu, Sertifikat Laik Fungsi (SLF) juga menjadi bagian dari target administrasi yang harus dipenuhi.
Dengan demikian, pembangunan dapat berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Peletakan Batu Pertama Tunggu Dua Syarat
IKMT memastikan peletakan batu pertama baru akan dilaksanakan setelah dua syarat utama terpenuhi.
- Seluruh kajian teknis dari tim Universitas Siliwangi Tasikmalaya selesai dilakukan.
- Dokumen perizinan berupa PBG telah diterbitkan oleh pemerintah daerah.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Semua harus legal, terencana, dan aman,” kata Syahrial.
Sinergi Akademisi dan Masyarakat
Kolaborasi antara IKMT Kota Tasikmalaya dan dunia akademik menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pembangunan fasilitas publik.
Peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada pendidikan, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Kehadiran Teknik Sipil Unsil diharapkan mampu menghasilkan bangunan yang berkualitas, efisien, dan berstandar nasional.
Menjadi Ikon Baru di Kota Tasikmalaya
Dengan lokasi strategis di Kelurahan Tamansari, Masjid IKMT diharapkan menjadi ikon baru bagi masyarakat Minang maupun warga Kota Tasikmalaya secara umum.
Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan.
Kolaborasi IKMT Gandeng Universitas Siliwangi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Masjid IKMT akan hadir sebagai simbol persatuan, kemajuan, dan kontribusi masyarakat Minang bagi Kota Tasikmalaya. (DH)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar