Lewati ke konten
Opini

Dari Bangku Sekolah hingga Balai Kota, Perjalanan Hidup Dicky Chandra Menuju Wakil Wali Kota Tasikmalaya

Kang DoelJuni 30, 20263 menit baca3 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

TASIKMALAYA – Nama Dicky Chandra sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Sebelum dipercaya menjadi Wakil Wali Kota Tasikmalaya, ia lebih dulu dikenal sebagai aktor, pelawak, presenter, penulis naskah, hingga sutradara. Namun di balik popularitasnya di dunia hiburan, tersimpan perjalanan panjang yang berawal dari bangku sekolah di Kota Tasikmalaya.

Lahir di Tasikmalaya pada 12 Mei 1974, Dicky yang memiliki nama lengkap Raden Dicky Candranegara menghabiskan masa kecil dan remajanya di kota santri tempat kelahirannya. Pendidikan dasar ditempuh di SD Negeri Citapen I, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Tasikmalaya dan menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri 2 Tasikmalaya. Sejak muda, ia dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan seni dan mulai menaruh minat pada dunia hiburan.

Menembus Dunia Hiburan Nasional

Selepas sekolah, Dicky mulai merintis karier sebagai model pada awal 1990-an. Bakatnya membawanya masuk ke industri hiburan nasional sebagai pemain sinetron, pelawak, presenter, hingga penulis naskah.

Namanya semakin dikenal lewat berbagai program komedi televisi dan sejumlah sinetron populer, termasuk Lorong Waktu. Gaya humornya yang santun dan dekat dengan kehidupan masyarakat membuat Dicky menjadi salah satu figur publik yang memiliki citra positif di layar kaca.

Tak hanya tampil sebagai aktor, ia juga dipercaya menjadi pembawa acara, sutradara, serta penulis skenario. Karier yang dibangun selama bertahun-tahun menjadikannya salah satu seniman asal Tasikmalaya yang berhasil menembus industri hiburan nasional.

Terjun ke Politik dan Menjadi Wakil Bupati Garut

Puncak popularitas di dunia hiburan tidak membuat Dicky berhenti mencari tantangan baru. Pada 2009, ia memutuskan terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai Wakil Bupati Garut mendampingi Aceng Fikri.

Jabatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya di pemerintahan. Namun, di tengah masa jabatan, Dicky memilih mengundurkan diri pada 2011. Saat itu ia menyampaikan alasan berkaitan dengan keterbatasan peran dan perbedaan pandangan dalam menjalankan pemerintahan. Keputusan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan politiknya.

Tetap Mengabdi untuk Tanah Kelahiran

Setelah kembali ke dunia hiburan, Dicky tidak meninggalkan dunia politik. Ia beberapa kali terlibat dalam kontestasi politik di Tasikmalaya sebagai bentuk keinginannya mengabdi di daerah kelahiran.

Perjalanan itu akhirnya membawanya pada Pilkada Kota Tasikmalaya 2024. Berpasangan dengan Viman Alfarizi Ramadhan, Dicky memperoleh kepercayaan masyarakat dan resmi dilantik sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya periode 2025–2030.

Bagi Dicky, amanah tersebut menjadi kesempatan untuk melanjutkan pengabdian, kali ini di kota tempat ia lahir dan dibesarkan.

Membawa Pengalaman Hiburan ke Dunia Pelayanan Publik

Pengalaman puluhan tahun berinteraksi dengan masyarakat melalui dunia hiburan menjadi modal penting bagi Dicky dalam menjalankan tugas sebagai wakil kepala daerah.

Dalam berbagai kesempatan, ia kerap menekankan pentingnya pelayanan publik yang cepat, komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta pemerintahan yang tetap bekerja meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi fiskal daerah.

Perjalanan hidup Dicky Chandra menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditempuh melalui satu jalur.

Dari ruang kelas di Tasikmalaya, panggung hiburan nasional, kursi Wakil Bupati Garut, hingga kini mengemban amanah sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya, setiap fase menjadi bagian dari proses panjang yang membentuk perjalanan pengabdiannya kepada masyarakat.(doel)

ADS BANNER
728 x 90

Kang Doel

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di lintasjabar.id

Berita SebelumnyaFenomena Tiyo Ardiyanto dan UGM, Memahami Konvergensi Naratif di Tengah Ramainya Ruang Publik Digital Berita SelanjutnyaAnggota Polres Tasikmalaya Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Etika dan Kinerja
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *