Kejurprov Karate Jawa Barat 2026 Digelar di Tasikmalaya
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kejurprov Karate Jawa Barat 2026 menjadi ajang penting dalam proses pembinaan atlet muda sekaligus pencarian bibit unggul karate di Tanah Pasundan. Kejuaraan yang digelar di GOR Siliwangi, Jalan BKR, Kota Tasikmalaya, Minggu (7/6/2026), berhasil menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Sekitar 100 karateka dari sejumlah kota dan kabupaten ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai kategori anak-anak, remaja, hingga dewasa. Kehadiran para atlet muda ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga karate sebagai sarana pembentukan karakter sekaligus jalur prestasi.
Berbeda dari sekadar kompetisi mencari juara, kejuaraan ini juga menjadi momentum evaluasi hasil pembinaan yang selama ini dilakukan oleh perguruan dan pelatih di masing-masing daerah.
Kejurprov Karate Jawa Barat 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet
Ketua Panitia Pelaksana, Yanyan Insan Sidiq, mengatakan penyelenggaraan Kejurprov bertujuan memberikan ruang kompetisi bagi para atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding.
Menurutnya, sejumlah atlet binaan Satria Tama sebelumnya telah berhasil menembus berbagai kejuaraan nasional. Karena itu, ajang tingkat provinsi menjadi salah satu tahapan penting dalam mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Yanyan menambahkan, prestasi olahraga karate saat ini tidak hanya berdampak pada pencapaian medali semata. Banyak atlet yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi hingga membuka peluang berkarier di sejumlah instansi pemerintahan.
Ia berharap kejuaraan tersebut mampu melahirkan generasi karateka yang dapat mengharumkan nama Jawa Barat bahkan Indonesia pada masa mendatang.
Disporabudpar Soroti Pentingnya Perlindungan Atlet Karate
Dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan juga datang dari Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar).
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, menilai kompetisi tingkat provinsi memiliki peran strategis dalam mengukur efektivitas program pembinaan olahraga yang dilakukan di daerah.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa cabang olahraga karate memiliki tingkat risiko cedera yang cukup tinggi karena melibatkan kontak fisik antar atlet. Oleh sebab itu, pelatih maupun orang tua diharapkan memberikan perlindungan tambahan melalui asuransi olahraga.
Menurut Momon, aspek keselamatan atlet harus menjadi perhatian bersama agar proses pembinaan berjalan optimal tanpa mengabaikan faktor keamanan peserta.
Ia juga menegaskan pentingnya legalitas administrasi dalam setiap penyelenggaraan kejuaraan, termasuk validitas piagam penghargaan yang diterbitkan oleh panitia.
Sistem Pertandingan Karate Terapkan Dua Regulasi
Ketua Umum Majelis Sabuk Hitam Satria Tama sekaligus Kepala Wasit dan Juri pertandingan, Ii Ruhiat, menjelaskan bahwa seluruh pertandingan menggunakan sistem yang telah disesuaikan dengan regulasi organisasi.
Setiap pertandingan berlangsung selama satu menit dengan penerapan dua kategori aturan berbeda, yakni Kyokushin dan Shinken Shobu.
Pada kategori Kyokushin atau full contact, peserta diperbolehkan melakukan kontak penuh dengan sejumlah batasan tertentu. Pukulan maupun sikutan ke area wajah dan leher tidak diperkenankan, sementara tendangan ke arah kepala masih diperbolehkan.
Adapun kategori Shinken Shobu memberikan ruang teknik yang lebih luas, termasuk pukulan ke wajah, bantingan, hingga kuncian, dengan syarat atlet menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan.
Ii Ruhiat memastikan seluruh perangkat pertandingan yang bertugas telah mengantongi lisensi resmi sehingga proses penilaian berlangsung objektif dan profesional.
Karate Tasikmalaya Terus Menunjukkan Perkembangan Positif
Sekretaris Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tasikmalaya, Rohimat, menilai perkembangan karate di Kota Tasikmalaya menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Selain menjadi olahraga prestasi, karate juga dinilai efektif dalam membangun kedisiplinan, meningkatkan kebugaran jasmani, serta memberikan keterampilan bela diri yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana pertandingan berlangsung tertib dan meriah dengan dukungan para pelatih, keluarga atlet, serta suporter dari berbagai kontingen.
Melalui Kejurprov Karate Jawa Barat 2026, para peserta tidak hanya berkompetisi memperebutkan gelar juara, tetapi juga mempererat silaturahmi antarperguruan serta memperkuat ekosistem pembinaan karate yang berkelanjutan di Jawa Barat. (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar