302 Koperasi Merah Putih Tasikmalaya Siap Perkuat Ekonomi Desa
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya mulai memasuki tahap operasional. Tidak hanya membangun gedung koperasi, pemerintah kini menyiapkan armada logistik dan sarana pendukung yang diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi barang serta penguatan ekonomi masyarakat desa.
Sebanyak 302 Koperasi Merah Putih ditargetkan berdiri di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Hingga akhir Mei 2026, sekitar 80 unit koperasi telah selesai dibangun dan mulai dipersiapkan untuk menerima dukungan operasional berupa kendaraan angkut dan fasilitas logistik lainnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri. Kehadiran koperasi tidak hanya difungsikan sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai simpul distribusi berbagai kebutuhan pokok dan hasil produksi warga.
Armada Operasional Disiapkan untuk Jangkau Wilayah Pelosok
Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf. M. Imvan Ibrahim, menjelaskan bahwa kendaraan yang disediakan akan menjadi aset koperasi dan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha secara berkelanjutan.
Menurutnya, dari kebutuhan armada untuk seluruh KDMP yang tersebar di Tasikmalaya, saat ini telah didistribusikan sebanyak 57 unit truk Fuso. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 50 unit kendaraan bak terbuka berpenggerak empat roda (4×4), dengan 15 unit di antaranya telah tiba di Tasikmalaya.
Selain kendaraan roda empat, setiap koperasi juga direncanakan memperoleh kendaraan roda tiga yang akan digunakan untuk mendukung mobilitas di tingkat desa.
Pemilihan kendaraan 4×4 bukan tanpa alasan. Kondisi geografis Kabupaten Tasikmalaya yang didominasi kawasan perbukitan, jalan menanjak, dan wilayah pedesaan dengan akses terbatas membutuhkan kendaraan yang mampu menjangkau berbagai medan.
Dengan dukungan armada tersebut, distribusi barang ke wilayah pelosok diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
KDMP Tasikmalaya Dilengkapi Gudang dan Sistem Logistik Terintegrasi
Keberadaan armada logistik menjadi bagian penting dalam konsep besar Koperasi Merah Putih. Truk Fuso yang telah didistribusikan nantinya tidak digunakan untuk pembangunan fisik koperasi, melainkan sebagai sarana distribusi setelah koperasi beroperasi penuh.
Armada tersebut akan dimanfaatkan untuk mengangkut berbagai kebutuhan masyarakat seperti beras, pupuk, air bersih, hingga gas elpiji. Dengan memiliki kendaraan sendiri, koperasi dapat mengurangi ketergantungan terhadap jasa angkutan pihak ketiga yang selama ini menjadi salah satu faktor tingginya biaya distribusi.
Untuk menunjang aktivitas tersebut, setiap koperasi juga dilengkapi gudang penyimpanan berkapasitas besar. Gudang dibangun di bagian belakang bangunan koperasi dengan akses yang memungkinkan kendaraan besar masuk langsung ke area bongkar muat.
Konsep ini dirancang agar koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai pusat logistik desa yang mampu mengelola pasokan barang secara mandiri.
Koperasi Merah Putih Diproyeksikan Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan
Pemerintah menilai keberadaan armada dan infrastruktur pendukung tersebut akan menjadi fondasi penting dalam membangun rantai pasok berbasis desa.
Melalui sistem yang terintegrasi, hasil pertanian, perkebunan, maupun produk UMKM lokal dapat didistribusikan secara lebih efektif. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat juga dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih efisien karena jalur distribusi menjadi lebih pendek.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0612/Tasikmalaya turut menyerahkan armada operasional kepada sejumlah kepala desa sebagai simbol kesiapan operasional KDMP di wilayah masing-masing.
Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan bagian dari agenda penguatan ekonomi kerakyatan yang diinisiasi pemerintah pusat. Dengan dukungan 302 koperasi, armada logistik, gudang penyimpanan, serta jaringan distribusi yang terintegrasi, program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar