Kegiatan Polsek Banyuresmi: Patroli KRYD Tertibkan Pelajar Bolos Sekolah di Garut
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LintasJabar.Id, BERITA GARUT — Upaya menjaga ketertiban dan membangun kedisiplinan generasi muda terus digencarkan aparat kepolisian. Salah satunya melalui Kegiatan Polsek Banyuresmi yang kembali menggelar patroli dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan sasaran pelajar yang bolos sekolah saat jam belajar.
Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait maraknya pelajar yang berkeliaran di luar sekolah pada jam pelajaran. Fenomena tersebut dinilai tidak hanya merugikan proses pendidikan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Respons Cepat atas Keluhan Masyarakat
Kapolsek Banyuresmi, Kompol Usep Heryaman, S.IP., S.Pd.I., memimpin langsung kegiatan patroli yang dilaksanakan pada Rabu (22/4/2026) mulai pukul 09.30 WIB. Dalam Kegiatan Polsek Banyuresmi ini, petugas menyasar sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul pelajar saat jam sekolah.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus penertiban antara lain area rental PlayStation di Kampung Mengger, kawasan belakang Pasar Banyuresmi, serta titik-titik lain di sekitar area pasar yang dinilai rawan menjadi tempat nongkrong pelajar.
Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian aparat terhadap masa depan generasi muda, sekaligus menjawab keresahan masyarakat yang menginginkan situasi lingkungan yang lebih tertib.
“Penertiban ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda, sekaligus menjaga ketertiban umum agar tidak terjadi potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Pendekatan Preventif dan Humanis
Dalam pelaksanaannya, Kegiatan Polsek Banyuresmi tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga pendekatan preventif dan edukatif. Petugas melakukan patroli secara mobile dan stasioner, serta memberikan imbauan langsung kepada para pelajar yang ditemukan berada di luar sekolah.
Selain itu, aparat juga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, baik guru maupun kepala sekolah, guna memastikan adanya sinergi dalam pembinaan siswa. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan pengawasan yang berkelanjutan, tidak hanya dari pihak kepolisian, tetapi juga dari lingkungan pendidikan.
Para pelajar yang terjaring dalam patroli diberikan pembinaan dan diminta untuk kembali ke sekolah. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran tanpa menimbulkan efek traumatis.
Penindakan Pelanggaran dan Efek Jera
Meski mengedepankan pendekatan humanis, Kegiatan Polsek Banyuresmi tetap memberikan tindakan tegas terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua unit kendaraan roda dua yang digunakan pelajar saat bolos sekolah.
Kendaraan tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Banyuresmi sebagai bagian dari proses penertiban, dengan tetap memberikan tanda terima kepada pemiliknya. Langkah ini diambil sebagai bentuk efek jera sekaligus pengingat agar pelajar tidak mengulangi perbuatannya.
Penindakan yang proporsional ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pembinaan dan penegakan aturan.
Fenomena Bolos Sekolah dan Tantangan Sosial
Maraknya pelajar bolos sekolah bukanlah persoalan baru, namun intensitasnya yang meningkat menjadi perhatian serius berbagai pihak. Faktor penyebabnya pun beragam, mulai dari kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, hingga minimnya kesadaran akan pentingnya pendidikan.
Dalam konteks ini, Kegiatan Polsek Banyuresmi menjadi salah satu upaya konkret untuk menekan angka kenakalan remaja, sekaligus menjaga generasi muda agar tetap berada pada jalur yang positif.
Kehadiran aparat di ruang-ruang publik saat jam sekolah juga menjadi bentuk pengawasan sosial yang efektif, terutama di titik-titik yang rawan dijadikan tempat berkumpul pelajar.
Peran Orang Tua dan Sekolah Sangat Penting
Kapolsek Banyuresmi menekankan bahwa keberhasilan upaya penertiban tidak dapat bergantung pada kepolisian semata. Diperlukan peran aktif dari orang tua dan pihak sekolah dalam membangun kedisiplinan siswa.
Orang tua diharapkan lebih intens dalam mengawasi aktivitas anak, terutama saat jam sekolah. Sementara itu, pihak sekolah perlu memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan, termasuk memberikan perhatian khusus kepada siswa yang berpotensi melakukan pelanggaran.
“Kami berharap ada dukungan dari orang tua dan sekolah agar kesadaran pelajar untuk disiplin semakin meningkat,” ujar Kapolsek.
Komitmen Berkelanjutan Menjaga Kamtibmas
Ke depan, Kegiatan Polsek Banyuresmi seperti patroli KRYD akan terus digelar secara rutin dan berkelanjutan. Hal ini sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, sekaligus membina generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif.
Langkah preventif yang konsisten diyakini mampu menekan potensi kenakalan remaja dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih tertib dan aman.
Dengan pendekatan yang humanis, tegas, dan kolaboratif, kehadiran Polsek Banyuresmi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang. (DH)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar