LintasJabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjalin kerja sama strategis dengan Kabupaten Blitar guna menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas telur ayam yang belakangan mengalami kenaikan harga di pasaran.
Langkah tersebut dilakukan melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yang ditandatangani Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Bupati Blitar Rijanto pada 23 Juni 2026. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalian inflasi serta menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat.
Kota Tasikmalaya sendiri menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil menjaga laju inflasi. Pada Mei 2026, inflasi Kota Tasikmalaya tercatat sebesar 2,82 persen secara tahunan (year on year), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional.
Kabupaten Blitar Jadi Andalan Pasokan Telur
Kerja sama tersebut dinilai strategis karena Kabupaten Blitar merupakan salah satu sentra produksi telur ayam terbesar di Indonesia. Produksi telur di wilayah tersebut mencapai sekitar 432 ton per hari.
Dengan kapasitas produksi yang besar, Kabupaten Blitar diharapkan mampu menjadi mitra utama Kota Tasikmalaya dalam menjaga ketersediaan telur ayam saat terjadi peningkatan permintaan maupun gangguan pasokan.
Selain telur ayam, Kabupaten Blitar juga memiliki sejumlah komoditas hortikultura unggulan seperti cabai rawit, belimbing, pisang Cavendish, nanas Banasari, dan melon yang berpotensi mendukung kebutuhan pangan daerah.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Potensi pasokan tersebut semakin kuat karena didukung oleh kelembagaan ekonomi daerah yang baik melalui koperasi dan perusahaan daerah dengan tata kelola yang terstruktur. Dukungan ini penting agar kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi berlanjut pada implementasi yang konkret dan terukur,” ujar Viman.
TPID Perkuat Pengendalian Inflasi
Melalui kerja sama ini, Kota Tasikmalaya memiliki peluang lebih besar untuk menjaga kesinambungan pasokan pangan strategis ketika terjadi tekanan harga di pasar.
Rantai distribusi yang lebih terhubung antara daerah produsen dan daerah konsumen diharapkan mampu menekan gejolak harga serta melindungi daya beli masyarakat.
Bank Indonesia Tasikmalaya bersama TPID juga akan terus memperkuat koordinasi, pemantauan harga, serta berbagai langkah pengendalian inflasi daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan lembaga ekonomi daerah dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kerja sama antara Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Blitar ini diharapkan menjadi model kolaborasi antardaerah yang efektif dalam menjaga pasokan pangan dan mengendalikan inflasi, khususnya saat harga telur menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian masyarakat. (krs/hs)


